Kuliner Jakarta |
AUG 14, 2012 Waroeng Kita Yang Memboeat Lapar Mata
Lebaran udah di depan mata , cuma tinggal menghitung hari saja hari kemenangan akan tiba. Nah, makanya saya dan tim doyan makan yang sesama wanita wajib ke mall untuk belanja. Haha. Kami pada hari itu memilih belanja ke SOGO di Plaza Senayan. Sebelumnya, kami mau isi bensin dulu biar tidak lapar mata ketika belanja. Hehe. Karena ada teori lho menurut penelitian kalau belanja dengan perut kosong, maka kita akan cenderung “lapar” dan melihat semua benda itu menarik dan hasilnya…kartu kredit pun tidak henti-hentinya digesekkan. Wah, daripada hal seperti ini beneran terjadi, maka kami memilih perut kenyang dulu deh.
Waroeng Kita yang terletak strategis di lantai basement sebagai jalan keluar dari The Food Hall dan hilir mudiknya para pekerja kantoran di Senayan ini menjadi pilihan kami. Tidak berlama-lama, kami pun langsung memesan 5 menu saja. (Yup. Saja. Tidak salah baca kok. Kami mau benar-benar kenyang biar tidak lapar mata sedikit pun pokoknya. Hihihi)
The first and second menu are here. Mie Kuah Jawa dan Tahu Gimbal. Tanpa aba-aba, langsung kami serbu dua-duanya. Mie Kuah Jawanya berasa gurihnya, asinnya pas berpadu dengan rasa telurnya. Tahu Gimbal juga dicomot. Rasanya manissss sekali karena memang sepertinya bumbu utama dari Tahu Gimbal ini kecap manis. Hihi. Tetapi….tahu goreng dan bakwan goreng yang menjadi bahan utamanya benar-benar mantap !! Renyah dan gurih sekali. Tahu Gorengnya kalau digigit, nyes gurihnya di dalam mulut. Serasa tahunya itu benar-benar murni tak ternoda. Haha. Bakwan gorengnya, kalau digigit benar-benar renyah sekali, ketika di mulut garingnya meleleh dan melebur dengan indera perasa kita. Recommended sekali !! Suwiran kol, lontong, dan tauge juga menjadi pelengkap di menu ini. Hanya saja sayang lontongnya disajikan dingin, sehingga sejenak mempengaruhi rasa temperatur makanan dari menu Tahu Gimbal ini.
Laksa is the next destination. Laksanya terdiri dari suwiran ayam, bihun, satu udang yang utuh, setengah telur rebus, tauge dan krupuk melinjo yang menghiasi sekeliling mangkok. Saya mencoba kuah laksanya. Rasanya mungkin agak sedikit asin, tetapi bagi kalian yang menyukai laksa yang tidak terlalu kental , Laksa dari Waroeng Kita bisa menjadi pilihan.
Untuk menu penutup, Poffertjes dan Es Kopyor Duren menjadi pilihan. Poffertjes pasti udah tahu semua dong, kue khas dari Belanda yang imut-imut. Versi Waroeng Kita tidak jauh beda dari poffertjes yang ada pada umumnya, yang disajikan dengan taburan gula halus. Delapan Poffertjes Waroeng Kita langsung ludes sembari menunggu Es Kopyor Duren datang. Hihi. Nah, Es Kopyor Duren ini recommended bagi kalian yang memimpikan penutup yang sempurna. Sudah Es, ada kopyor, ada duren lagi !! Wah, sesuatu banget kan? Satu porsi Es Kopyor Duren pun bersih saya konsumsi sendirian dan membuat saya ingin tambah lagi. Haha. Tetapi tidak jadi mengingat sirup merah muda yang digunakan untuk membuat Es Kopyor Duren bisa membuat berat badan bertambah, jadi mending saya stop saja. Hehe. Siapa tahu setelah belanja, kehausan dan balik lagi kesini . Haha..alibi sudah mulai tercipta.
Nah….jadi, lapar mata kami kali ini terbelokkan sedikit ke Waroeng Kita. Lumayan membantu kami untuk tidak lapar mata melihat barang-barang sale di Mall lho. Hehe. (Chrysta)
Lokasi : Waroeng Kita Plaza Senayan, B Fl Unit SOGO Jl. Asia Afrika No. 8, Jakarta (021) 57900158
Menu : Laksa Rp. 29.900,- Mie Kuah Jawa Rp. 27.900,- Poffertjes Rp. 16.750,- Tahu Gimbal Rp. 27.500,- Es Kopyor Duren Rp. 39.000,-